Rabu, 28 November 2012

resensi_terjemahan_finding you


Finding you



Novel karya Niena Sarowati ini menceritakan tentang perjalanan hidup seorang cewek yang menunggu teman masa kecilnya. Dia yakin bahwa suatu saat pasti akan bertemu dengannya.

Cerita ini berawal ketika si cowok,Ival panggilannya,akan pindah dari Surabaya bersama keluarganya. Karena ayahnya mendapat tugas keluar kota. Hal itu membuat Ival dan Dede,si cewek, berpisah untuk waktu yang cukup lama. Sebelum kepergian Ival,dia berpesan kepada Dede agar selalu menunggu sampai kapanpun. Ival berjanji akan kembali untuk menemuinya lagi suatu saat nanti. Dan mengucapkan suatu kalimat yang mungkin bagi kita terlalu konyol untuk anak sekecil itu. Ival berkata bahwa ia hanya akan menikah dengan Dede jika besar nanti.

Perjalanan hidup dalam pencarian Ival bermula saat Desya,menginjak masa SMA. Ia menjadi sering kesiangan datang ke sekolah. Karena malam-malam Desya sering bermimpi tentang Ival,teman masa kecilnya. Kesialannya bertambah ketika ia sedang terburu-buru masuk sekolah karena bel sudah berdering. Tanpa ia sadari,tubuhnya jatuh tertabrak mobil Aldo. Aldo adalah murid pindahan. Dia baru masuk dua hari sudah membuat masalah. Sebagai hukuman,kepala sekolah memerintahkan Aldo untuk meminta maaf kepada Desya. Bukannya mendapat maaf,Aldo malah mendapat omelan Desya plus persyaratan dari Catherine,salah satu sahabat Desya. Yaitu mengantar jemput Desya sampai dia benar-benar sembuh. Karena kakinya patah akibat kecelakaan tadi.

Sejak saat itu hari-hari Aldo terisi dengan rutinitas mengantar jemput Desya. Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Itu adalah peribahasa yang tepat untuk Aldo. Karena selama mengantar jemput,tak jarang ia mendapat perlakuan jutek Desya. Desya sangat cuek dan sebel sama Aldo. Gara-gara kecelakaan itu Desya tidak bisa ikut pertandingan softball. Padahal Desya termasuk salah satu pemain softball tersohor di sekolahnya. Namun ia harus menyimpan harapannya kali ini.

Kesedihan Desya sedikit terobati. Karena Idam,kakaknya sekaligus pacar sahabatnya,Sherly,datangdari Surabaya . Karena dia akan kuliah di Jakarta. Tapi tak jarang pula mereka suka berantem. Seperti umumnya adik kakak. Pertengkaran mereka tak pernah berlangsung lama. Karena ada bunda yang selalu bisa mendamaikan kedua buah hatinya.

Kehadiran Aldo semakin membuat Desya teringat akan Ival. Dia benar-benar berharap akan bertemu dengan Ival. Dia yakin bahwa tidak ada yang tidak mungkin. Penderitaannya bertambah dengan hadirnya Vinis,mantan pacar Aldo. Padahal Aldo dekat dengan Vinis hanya ingin mengubah perilaku Vinis yang buruk,kurang perhatian dari orang tuanya. Tapi usaha Aldi sia-sia. Vinis tidak berubah,hingga akhirnya Aldo pindah ke Jakarta. Grandong adalah julukan untuk Vinis dari Chika,pacar Evan,salah satu sahabat Desya juga beserta sahabat-sahabatnya yang lain. Sedangkan Evan sendiri adalah sahabat dan teman sebangku Aldo. Vinis tak pernah berhenti mengancam Desya untuk menjauhi Aldo. Kenyataanya Desya sangat jutek dan benci sama Aldo. Ketemu aja jarang kalau tidak di sekolah. Apalagi setelah keadaan kaki Desya membaik. Aldo jadi jarang mengantar jemput Desya. Karena Desya membawa mobil sendiri saat sekolah. Vinis sendiri merasa mereka dekat hanya karena Aldo sering menceritakan Desya saat mereka sedang berdua . Vinis pun jadi sebel. 

Libur semester satu pun tiba. Sekolah Desya,Prada Utama,mengadakan liburan ke Gunung Mas di daerah Puncak. Desya pun kurang merasakan kenyamanan saat berlibur,penyebabnya tak lain adalah Vinis. Dia selalu mengancam Desya agar menjauhi Aldo. Aldo sendiri kurang suka dengan tindakan Vinis. Ia merasa terkekang. Kebencian Desya bertambah. Aldo tak hentinya meminta maaf kepada Desya. Walaupun akhirnya yang ia dapat hanya omelan Desya.

Libur semester masih tersisa  beberapa hari lagi. Desya sekeluarga memutuskan untuk berlibur ke Surabaya. Rumahnya yang dulu,tepatnya rumah neneknya. Dimana tertinggal banyak kenangan bersama sahabat semasa kecil. Ia menatap bunga matahari yang ia tanam bersama Ival tepat didepan kamar Desya.  Air matanya menetes.

Kerinduan Desya akan Ival bertambah saat neneknya menunjukkan beberapa barang pemberian Ival untuk Desya,setelah Desya pindah ke Jakarta. Sehingga Desya tidak tahu mengenai barang-barang pemberian Ival. Diantara pemberian Ival adalah beberapa surat tentang kabar Ival setelah pindah dari Surabaya,oleh-oleh kebaya yang telah tidak muat untuk Desya,dan sepatu yang bernasib sama. Boneka sapi hadiah dari Ival saat ulang tahun Desya yang ke-8 masih tersimpan rapi di lemarinya. Boneka itu menyimpan banyak kenangan. Air mata Desya menetes saat membaca surat dari Ival. Kerinduannya semakin terasa.

Kehadiran Darren,tetangga Catherine,juga mewarnai hidup Desya. Darren menyukai Desya dan ia pernah menyatakannya langsung kepada Desya. Tapi Desya tidak menjawabnya dan Darren pun tidak butuh jawaban Desya. Darren hanya ingin Desya tahu isi hatinya. Setelah Desya tahu bahwa Darren adalah pemakai narkoba, ia shock. Berkat sahabat-sahabatnya,dia mau menerima Darren dan akan membantunya berubah. Tapi usaha Desya belum berhasil. Dan usaha terakhirnya adalah mengirim surat kepada Darren.

Puncak penderitaan Desya berawal dari liburan kenaikan kelas. Sekolah Desya mengadakan liburan ke pantai dan menginap di villa. Kebetulan Desya dan sahabat-sahabatnya satu villa dengan Vinis. Hal tersebut membuat sahabat-sahabat Desya jengkel. Pun juga Desya. Saat makan malam tiba,kaki Desya terasa sakit,hingga membuat Desya tak mampu berjalan. Akibatnya, Desya terlambat datang ke restaurant. Ketika tengah malam,Desya terbangun. Dia ingin ke kamar mandi. Dia melihat Vinis sedang berdiri di dapur sambil merokok. Disampingnya ada sebotol alkohol.

Kedatangan Desya mengagetkan Vinis. Botol disampingnya jatuh dan pecah karena  terkena tangan Vinis yang terkejut. Adu mulut pun terjadi diantara mereka. Vinis segera membuang rokok ke tempat sampah dan memunguti pecahan botol tadi. Ia kembali ke kamar dalam keadaaan terhuyung-huyung karena mabuk. Tanpa mereka sadari,rokok yang dilempar Vinis ke tempat sampah menimbulkan api yang menjalar ke seluruh ruangan dan mengakibatkan kebakaran . Desya berusaha menyelamatkan Vinis. Namun, Desya malah terjebak dan diselamatkan oleh Aldo. Kebakaran itu menyebabkan Desya lumpuh.

Penderitaan Desya benar-benar mencapai puncaknya. Ia lumpuh. Ditambah dengan kenyataan bahwa Aldo adalah Ival,sahabat semasa kecil yang selama ini dinantikan oleh Desya. Akhirnya ia mengetahui hal tersebut setelah sekian lama Aldo atau Ival menyembunyikan identitasnya dan meminta semua orang untuk berbohong. Karena Aldo takut Desya akan membencinya dan kehilangannya lagi. Karena Aldolah yang membuat Desya menjadi seperti ini. Kebencian Desya terhadap Aldo menjadi-jadi. Berkat bujukan bundanya dan sahabat-sahabatnya,serta pengorbanan  Aldo yang setia menemani Desya selama ia sakit dan rela tidak masuk sekolah berhari-hari,Desya akhirnya mau memaafkan Aldo. Dan sekarang Desya tahu nama lengkapnya, Rivaldo Aditya Jerico.

Hari demi hari mereka jalani dengan semangat baru. Aldo atau Ival selalu memberikan support kepada Dede atau Desya Amelia. Aldo juga sempat memberikan kejutan untuk Desya di ulang tahunnya yang ke-18. Saat acara perpisahan, Aldo memberikan surprise bersama sahabat-sahabat dan guru-gurunya.

Penderitaan Desya selama ini cukup terbayarkan. Namun,setelah lulus,mereka harus berpisah lagi untuk mengejar cita-cita masing-masing. Desya akan sangat jarang bertemu dengan sahabat-sahabatnya,termasuk Ival. Catherine yang aslinya tomboy dan cuek dengan penampilan,melanjutkan study menjadi pramugari. Chika melanjutkan ke UI dengan jurusan fashion design sesuai impiannya. Evan sendiri,pacar Chika,meskipun tidak satu kampus dengan Chika,ia memilih di Universitas swasta disekitar kampus Chika. Vinis kembali ke Bali dan melanjutkan ke Universitas Udayana. Sherly,berhasil menjadi mahasiswi di kampus Idam,pacarnya. Aldo kuliah di Universitas terkemuka di Jakarta dengan jurusan kedokteran. Sedangkan Desya sendiri,melanjutkan ke Singapura karena ia akan berobat disana. Desya dan  Aldo berjanji akan bertemu lagi suatu saat nanti dengan keadaan yang lebih baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar